Anak yatim adalah anak yang kehilangan ayah sebelum ia mencapai usia baligh. Dalam Islam, anak yatim menempati posisi yang sangat mulia. Terlebih lagi apabila mereka berasal dari keluarga kurang mampu, maka mereka menjadi pihak yang diprioritaskan untuk menerima santunan, zakat, infaq, dan sedekah.
Menyantuni anak yatim bukan hanya bentuk ibadah sosial, namun juga membawa berbagai keutamaan dunia dan akhirat. Mari kita sebar senyum kebahagiaan bagi mereka dengan memberi beasiswa pendidikan, hadiah, dan berbagai bentuk kemudahan agar mereka bisa menjalani hidup yang lebih cerah.
Berikut adalah beberapa keutamaan menyantuni anak yatim sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih:
1. Dijamin Surga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
Setiap Muslim tentu bercita-cita untuk masuk surga. Salah satu pintu masuk surga yang dijanjikan Rasulullah ﷺ adalah bagi mereka yang peduli terhadap anak yatim.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku dan orang yang menanggung (mengurus) anak yatim akan berada di surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan keduanya.
(HR. Bukhari, no. 5304, dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu)
Hadits ini menunjukkan bahwa kedudukan orang yang memelihara anak yatim sangatlah dekat dengan Nabi di surga.
2. Mendapat Pertolongan dari Allah
Allah akan memberikan pertolongan kepada hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya dalam kesulitan, termasuk mereka yang menyantuni anak yatim.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”
(HR. Muslim, no. 2699)
3. Dihindarkan dari Siksa Akhirat
Salah satu bentuk kasih sayang Allah adalah dengan melindungi hamba-Nya dari siksa akhirat. Menyayangi anak yatim termasuk amal yang bisa menjadi sebab turunnya rahmat Allah.
Meskipun tidak ada hadits yang shahih secara tegas menyebutkan hal ini, Islam menekankan pentingnya berlaku lembut kepada anak yatim, dan dari sisi makna dapat dipahami bahwa sikap itu akan membawa kebaikan di akhirat.
4. Berpeluang Menjadi Teman Rasulullah di Surga
Sebagaimana hadits pada poin pertama, ganjaran bagi pengasuh anak yatim adalah kedekatan dengan Rasulullah ﷺ di surga. Ini merupakan keutamaan yang luar biasa, karena kedekatan dengan Nabi di surga adalah impian setiap Muslim.
5. Diberi Gelar “Al-Abrar” (Orang yang Berbuat Baik)
Mereka yang menyantuni anak yatim tergolong sebagai orang-orang yang berbuat baik, yang dalam Al-Qur’an disebut dengan “al-abrar”. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”
(QS Al-Insan: 8)
Mereka memberi bukan karena kelebihan harta, melainkan karena keikhlasan dan kecintaan kepada Allah.
6. Menjadi Amal Jariyah
Menyantuni anak yatim bisa menjadi sedekah jariyah, terlebih jika disalurkan dalam bentuk beasiswa, pendidikan, atau pembangunan rumah singgah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila manusia telah meninggal dunia, maka terputus amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim, no. 1631)
7. Terhindar dari Golongan Pendusta Agama
Islam sangat menentang tindakan menyakiti anak yatim. Bahkan Allah menyebut mereka yang menghardik anak yatim sebagai pendusta agama.
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”
(QS Al-Ma’un: 1-3)
8. Dilembutkan Hatinya
Bagi mereka yang merasa hatinya keras, Rasulullah ﷺ memberikan solusi untuk melembutkan hati, yakni dengan memberi makan orang miskin dan menyayangi anak yatim.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika engkau ingin hatimu menjadi lembut, maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.”
(HR. Ahmad dengan sanad hasan, dishahihkan oleh al-Albani)
9. Pahala yang Berlipat Ganda
Menyantuni anak yatim merupakan amal kebajikan yang ketika dilaksanakan dengan ikhlas, akan mendapatkan pahala berkali-kali lipat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”
(HR. Muslim, no. 1893)
10. Mendapatkan Kebaikan yang Berlimpah
Rasulullah ﷺ juga menyebutkan bahwa menyentuh kepala anak yatim dengan kasih sayang dapat mendatangkan banyak kebaikan.
“Barang siapa mengusap kepala anak yatim demi Allah, maka setiap helai rambut yang disentuh akan mendatangkan kebaikan.”
(HR. Ahmad, sanadnya dhaif, namun maknanya diperkuat hadits-hadits shahih lain tentang keutamaan menyantuni anak yatim)
Penutup
Menyantuni anak yatim adalah perbuatan yang sangat mulia dan mendekatkan seseorang kepada ridha dan rahmat Allah. Jangan sia-siakan kesempatan untuk menjadi “tetangga” Rasulullah ﷺ di surga dan menerima pahala berlimpah di dunia dan akhirat.
Tidak harus menjadi kaya untuk bisa berbagi. Ketulusan dan niat baik lebih berharga di sisi Allah dibandingkan jumlah materi. Mari kita bantu anak-anak yatim agar mereka bisa tersenyum dan menjalani masa depan yang lebih baik.